Ingin Berdayakan Lahan Gambut, Gubernur Jambi bertemu Kepala BRGM di Jakarta

Oleh: Humas BRGM Diterbitkan pada: 10 December 2021 Jenis Publikasi: Siaran Pers

Gubernur Provinsi Jambi, Al Haris, didampingi jajarannya melakukan koordinasi langsung ke Kantor Pusat Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) pada Selasa (08/12). Koordinasi ini dilakukan dalam rangka mencari inovasi bersama untuk memanfaatkan potensi lahan gambut dan mangrove di Provinsi Jambi.

Mengapresiasi inisiatif ini, Kepala BRGM menceritakan awal bagaimana pemerintahan provinsi (pemprov) Jambi menjadi pihak yang pertama kali merespon secara cepat kegiatan restorasi gambut. “Di awal penugasan, kami diharuskan untuk berkoordinasi dengan daerah yang mempunyai lahan gambut. Alhamdulillah, provinsi yang pertama kali welcome dan mendukung penuh adalah Jambi. Sehingga, bisa menjadi benchmark bagi provinsi prioritas yang lain” kenang Hartono.

Hal yang kemudian direspon baik oleh Gubernur Jambi dengan ucapan terimakasih atas peran aktif BRGM dalam melaksanakan kegiatan restorasi gambut. Sejak tahun 2017, BRGM memiliki kontribusi nyata untuk menyadarkan masyarakat di wilayah yang dahulu sering terbakar gambutnya.

Pada awal diskusi, Gubernur Jambi merisaukan terkait luasnya lahan gambut yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat Jambi. “Jambi termasuk provinsi dengan hutan yang banyak gambutnya. Saya kemarin keliling untuk meninjau sejumlah proyek pembangunan, dan saya melihat lahan gambut yang minta ampun luasnya. Sudah seharusnya masyarakat dapat memanfaatkan potensi gambut ini namun harus secara hati-hati dikelola sesuai pengalaman yang dilakukan bersama BRGM selama ini” ujar Al Haris.

Menanggapi hal ini, Kepala BRGM mengungkapkan secara detail beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam melakukan restorasi gambut. Mulai dari proses edukasi dan sosialisasi ke masyarakat, selanjutnya ke pembangunan infrastruktur pembasahan gambut hingga ke pemberdayaan masyarakat di sekitar lahan gambut. Proses ini penting untuk dipahami, untuk mencegah terjadinya salah kelola lahan gambut yang kelak dapat menimbulkan bencana.

“Dalam melakukan restorasi, strategi kita pertama, masyarakatnya harus disadarkan dulu. Kita harus memperkuat desa-desa di sekitar gambut dengan program desa mandiri peduli gambut (DMPG). Harus disampaikan ke masyarakat bahwa silahkan lanjut dan terus bercocok tanam di lahan gambut, namun ini rambu-rambu yang harus diperhatikan. Jika masyarakatnya sudah paham tahapan awal ini, kita lanjutkan dengan pembangunan dan pemeliharaan sekat kanal dan sumur bor” terang Hartono.

Hartono menjelaskan, proses edukasi menjadi hal yang vital mengingat program restorasi dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat secara langsung. “Sekat-sekat kanal yang dibangun oleh masyarakat tidak boleh terlalu besar, agar tidak mengeringkan lahan gambut terlalu cepat. Sebab, hal ini akan menyebabkan tanah gambut gampang terbakar” tambah kepala BRGM ini. Sejauh ini, Pemerintah Provinsi Jambi bersama BRGM telah membangun 432 unit sekat kanal dan 466 unit sumur bor untuk mencegah terjadinya kebakaran gambut.

Di tengah diskusi, Kadis Kehutanan Provinsi Jambi ikut melaporkan terkait aplikasi asap digital yang menjadi program unggulan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi. Aplikasi ini juga sudah mengintegrasikan berbagai program penanggulangan karhutla yang dilakukan oleh kelompok masyarakat.

“Seluruh program pencegahan karhutla seperti pembangunan sekat kanal, itu dibangun oleh pokmas. Mereka menjadi relawan untuk mengantisipasi terjadinya karhutla, dan sudah terintegrasi ke dalam aplikasi asap digital. Makanya, melalui kesempatan ini, kami memohon kepada BRGM untuk menambah lagi 2 lokasi titik deteksi aplikasi asap digital” lanjut Kepala Dinas Kehutanan yang merupakan motor lapangan.

Partisipasi masyarakat yang tinggi terkait penanganan karhutla juga dikemukakan oleh Deputi Konstruksi, Operasi dan Pemeliharaan BRGM, Tris Raditian, “Apresiasi kepada pokmas yang sangat antusias mengantisipasi terjadinya karhutla, menjalin hubungan yang erat menjalin hubungan yg erat dng BPBD, TNI – POLRI setempat, tidak hanya menjalankan tugas utama membangun sekat kanal dan sumur bor, namun bagaimana memanfaatkannya secara tepat”.

Selain pelibatan masyarakat dalam proses pembasahan gambut, Kepala BRGM juga mengingatkan perlunya revitalisasi kehidupan ekonomi masyarakat di sekitar lahan gambut. “Paling penting lagi adalah bagaimana masyarakat dapat terangkat ekonominya melalui pemanfaatan gambut secara benar dan sebagaimana harapan Gubernur Jambi bahwa restorasi gambut mampu berproses secara berkelanjutan” tegas Hartono.

Untuk mendukung semua program restorasi gambut yang dilakukan oleh BRGM, Gubernur Jambi menyampaikan komitmennya. “Bersama kita siapkan target restorasi gambut Jambi yang terukur dan dapat diimplementasikan. Dalam setahun apa yang masing-masing harus kita lakukan, berapa besar anggarannya dan bagaimana kontribusi kedua belah pihak. Kita harus bekerjasama dan saling mendukung” tutup Al Haris.

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi situs Badan Restorasi Gambut di www.brgm.go.id